fff

fff
fff
There was an error in this gadget

My Blog List

Search This Blog

Wednesday, March 4, 2009

dara...

wahai dara pujaan...
dengar sini abang bercerita...
cerita orang yang biasa-biasa...
cerita orang yang berfikir cara biasa..
cerita orang yang kadang terbiasa dalam keterbiasaan..

wahai dara pujaan...
kau tetap hawa di dalam jiwa..
senyum...tangis...manja...itu sekelumit rasa..
dari himpunan rahsia-rahsia milik hati yang penuh ceritera...
benar...kau tetap seorang perempuan bernama hawa...

wahai dara pujaan...
kadang hati yang terbungkam ini cukup hairan dengan permainan jiwa...
perjudian rasa...pengertian sebuah pengharapan..
celik akal yang kadang menuntut rasional melebihi emosional...

wahai dara pujaan..
dengarlah...ketahuilah...
lelaki yang bernama adam tetap ada dimana-mana...
tetap setia kala si hawa membuka hatinya...
pernah dengar tentang rajuk si hawa?
pernah dengar emosi tidak keruan milik si hawa?
atau pernah juga dengar si adam yang cuba menjadi sepasang telinga yang setia?
itu semua bisa terlayan oleh adam yang jujur mentafsir..
jujur menilik...perihal sebuah hati yang penuh rahsia jiwa...

wahai dara pujaan...
biarlah engkau dengan pintalan gemawan...
pergilah engkau dengan untaian buih di lautan...
hatta dengan cerminan berbingkai emas sekalipun..
asal cermin itu cukup jelas untuk menunjuk rupa peribadimu...
kerna cermin tidak bisa untuk membohongi...
tidak juga untuk menyembunyi sesuatu yang cuba untuk dimungkiri....
kerna di balik cermin itu..
ia masih jujur pada tuan tanpa kata-kata...

wahai dara pujaan...
bila si adam menghulurkan tangan perkenalan...
itu permulaan sebuah misteri jiwa..
bila si adam menguncupi kepalanya...
itu adalah rasa kasih yang dizahir dari dalam jiwa...
tapi bila si adam tiada lagi menunjukkan kehebatan rasanya..
itu seperti senandung sebuah duka...

wahai dara pujaan...
dengar sini abang bercerita...
cerita orang yang biasa-biasa...
cerita orang yang berfikir cara biasa..
cerita orang yang kadang terbiasa dalam keterbiasaan..
agar kau melihat dengan hati..dan bukan dengan mata....
kerna dengan mata kau melihat yang indah dan cantik belaka...
tapi dengan hati pasti akan buat kau kaget memikiri rasa itu...
ya..rasa itu.....


p/s : ARJUNASAKTI...dinihari 4 mac 2009......dibawah kipas antik yang mendengus minta dibaiki...

Friday, February 13, 2009

tiada logika

jalan-jalan tengok kanan..
jalan-jalan tengok kiri...
jalan arah berlainan tetapi masih berdiri...

berlari-lari jeling ke depan..
berlari-lari jeling ke belakang...
berlari untuk kelainan tetapi tetap kecundang...

ada orang selesa berjalan untuk mencapai peralihan hidup yg lebih sempurna...
segelintir juga yg cuba belari untuk mencari langkah yg lebih cepat dari sepatutnya...
dua cara yang azalinya nampak berbeza...tapi sebenarnya sama...
itu orang kata sama tapi tak serupa...
yang hebat rasanya akan terus berlari..
berlari untuk mengejar sesuatu mengikut hati...
rasa hebat bila selalu berada ke hadapan dr yg lain...
tapi rasanya lebih rugi....

yang biasa-biasa kadang cukup sekadar berjalan...
berjalan saat mengatur lenggok kaki ke depan...
kadang ikut hati kadang juga ikut rasional akal memikiri..
tiada rasa yg hebat kerna berjalan kebiasaanya akan sering ketinggalan dari yg berlari..
tapi sebenarnya lebih menikmati hari-hari sendiri..

rasanya apa yg difikir ketika berlari?
mengejar sesuatu yg lebih pantas itu keutamaan..
sebab takut untuk merasa diri kalah..
kiri..kanan..depan..belakang kadang dibiarkan sendiri..

apa pula yg difikir saat berjalan?
terbayang kalah seperti yg selalu dilalui...
atau ada rasa untuk ke depan tapi masih dengan berjalan?

kadang logik akal tak cukup untuk memikir persamaan keduanya..
hakikatnya tetap sama...
berjalan..berlari itu sifat...
sifat untuk sama-sama menuju ke depan..
tapi cara yang berbeza..
berjalan lebih menginsafi kala berlari lebih membuatkan diri menyesali...
kerna ketika berlari tiada ruang untuk menikmati sekelilingnya yg indah belaka..
berbanding berjalan yang cukup masa untuk menghargai semuanya...


1.10 pagi 13februari 2009

Thursday, January 29, 2009

loharisan...

aku choba-choba menulis umpama Pendeta ZA’BA..
dalam thulis-thulis sedar-sedar ku rupanya jiwaku ashik dighilis-ghilis..
ghilisku agaknya sejak dulu kala lagi ia menunggu untuk terus berchanda di dalam mencari apa itu kepuasan..
rupa-rupanya ada setanggi mewangi dalam kitab suci..
pohon agar kita terus cari dalam-dalam-dalam kitab shuci..
kemaskah lagi akan makhrajnya itu??
dalamkah lagi untuk kenal siapa prawi itu siapa prawi yang lagi satu??
apakah hukumnya apabila alif dibelakang “ba’”??panjang 2 harkat atau lalu tanpa perlu ada sekat-sekat?
AKU hendak bercakap fasal chinta..??
sedang hamis ketiak sendiri belum ada sebuntil ATTAR mewangi..
justeru tak terkejar jua akan aku chinta yang itu dulu..
justeru perkemaskanku simpulan pada sauh untuk kejar chinta yang perlu satu-satunya itu dulu..
biar ku punya akar..
akar yang mampu menyerap bisa..
menongkahkan gemalai riak tari mainan-mainan NIRRAJHIM..

namun sekalung tahniah..
sepersalinan songket..
setepak sirih atas kejayaanmu yang telah mampu memperkemaskan langkah tari pembuka silat nusantara..
meski aku masih lagi memperkemaskan kuda-kuda yang masih belum kejap dilantai tanah ini..KE SAMUDERALAH engkau dahulu.. aku masih lagi belum khatam berenang..

*.loharisan(akalbudi)
>>aku insan yang berkasta rendah, belum sampai ilmu MAKRIFAH, sedangkan lagi terus meraba-raba memperbetul pelajaran HAKIKAH

cahaya cinta

Cahaya Cinta…. Di atas gunung ini… Sadarku akan keindahan syurga di dalam jiwa, Namun…masih malap keindahannya tanpa sinar cahaya yang entah kemana, Kehijauannya malap dilapisi bebayang mega kerinduan, Telah lama Nusantara jiwa ini sunyi dari deruan angin malai yang manja… Di atas gunung ini… Aku bermonolog tentang Hawa didalam jiwa, Kejadiannya…amat seni dilapisi sejuta rahasia, Jika fahan Adam akan ia,semuanya akan baik-baik saja, Jika kaget!,iakan bisa mengundang binasa dan bencana, Kabarannya sang angin…cahaya akan hadir dari ufuk medan jelmaan, Daun-daun semuanya bergetar sorak disambut riuhnya suara margasatwa, Semuanya gumbira diatas suatu berita sang cahaya, Embun-embun cinta mula menetes kepipiku…lantas tersenyum aku buntu bertanya, Apakah kabaran ini bisa mewarnai syurga jiwa….yang sedang rindu dibalik tembok derita sana?….

nukilan >pengembara jiwa<

al-kisah burung dan cintanya

CENDRAWASIH burung kayangan,tuanku putih kilau keemasan..pandanglah hamba si gagak hutan..sebelah mata pun hamba tak terkilan..Cenderawasih burung kayangan..tuanku putih kilau keemasan..adumu bercadarkan pintalan gemawan…
tidur hamba beralas reranting hutan…tak hamba terkelindan sayap dipatahkan…tak hamba terkilan telur hamba dipecahkan…hamba akur dengan suratan..hamba akur dengan kehendak Tuhan…
hamba akur berketurunan bermandi hinaan…Cenderawasih burung kayangan..tuanku putih kilau keemasan…kau pinta didodoikan rintikan hujan…ku mampu rintih senandung kedukaan ..Cenderawasih burung kayangan..tuanku putih kilau keemasan…Kau pinta didodoikan rintikan hujan..Ku mampu rintih senandung kedukaan…Aduhai cenderawasih pintamu keterlaluan….kau inginkan hamba kalungkan bulan..kau kepinginkan kerabu dari bintang berkerdipan…kau dambakan rantai untaian ‘BUIH’ lautan….

Sesaat di kota pudu…

hoi keparat pudu..

mane kau..

sana kau maki sini kau caci..

tak cukup yang india..melayu pun kau tibai..

hoi keparat pudu..

jage kau..

hulu aku kejar..hilir aku sergah..

tak cukup sen..ringgit kau kebas..

hoi keparat pudu..

tunggu kau..

sebulan kau janji..setahun aku kembali

nanti kau kene taji..takpun hikmat penendang tak henti-henti

penilikragamwargakota

saat termenung di hentian pudu..11Disember2006..

penakut yang agak takut-takut…..

saat aku ingin menari canggung,kadang-kadang yang sumbang lebih kelihatan….
saat aku ingin berzapin,kadang-kadang lenggok badan ini belum cukup lentokkannya…..
saat aku ingin melunak suara di lorong-lorong gelita,kadang-kadang bukan semua yang sudi mendengarinya….
usah dipuji pada yang hak kerna ia tetap pada batilnya……
usah dipuja pada yang hakikat kerna yang ada cuma bersifat hikayat….
jadi,mana datang sempurnanya??
pada akal yang masih belum cukup mentafsir kerangka minda manusia….
pada jiwa yang tersirat mangli saat berkecamuk dibuai rasa mencintai dan dicintai……..
atau pada ruh yang hilang di sepertiduran lalu tapi pasti dituntut saat nadi berhenti berbakti pada darah yang mengalir lesu menanti jawapan dari yang hakiki….
ada hati,tanya padanya dengan penuh peri…
ada rasa,tanya padanya dengan penuh perisa….
takut-takut yang penakut boleh menakuti..
yang tertakut masih takut untuk menjadi penakut…

khalifah M.K,
asyikdibuaimimpimimpikudus