fff

fff
fff
There was an error in this gadget

My Blog List

Search This Blog

Thursday, January 29, 2009

loharisan...

aku choba-choba menulis umpama Pendeta ZA’BA..
dalam thulis-thulis sedar-sedar ku rupanya jiwaku ashik dighilis-ghilis..
ghilisku agaknya sejak dulu kala lagi ia menunggu untuk terus berchanda di dalam mencari apa itu kepuasan..
rupa-rupanya ada setanggi mewangi dalam kitab suci..
pohon agar kita terus cari dalam-dalam-dalam kitab shuci..
kemaskah lagi akan makhrajnya itu??
dalamkah lagi untuk kenal siapa prawi itu siapa prawi yang lagi satu??
apakah hukumnya apabila alif dibelakang “ba’”??panjang 2 harkat atau lalu tanpa perlu ada sekat-sekat?
AKU hendak bercakap fasal chinta..??
sedang hamis ketiak sendiri belum ada sebuntil ATTAR mewangi..
justeru tak terkejar jua akan aku chinta yang itu dulu..
justeru perkemaskanku simpulan pada sauh untuk kejar chinta yang perlu satu-satunya itu dulu..
biar ku punya akar..
akar yang mampu menyerap bisa..
menongkahkan gemalai riak tari mainan-mainan NIRRAJHIM..

namun sekalung tahniah..
sepersalinan songket..
setepak sirih atas kejayaanmu yang telah mampu memperkemaskan langkah tari pembuka silat nusantara..
meski aku masih lagi memperkemaskan kuda-kuda yang masih belum kejap dilantai tanah ini..KE SAMUDERALAH engkau dahulu.. aku masih lagi belum khatam berenang..

*.loharisan(akalbudi)
>>aku insan yang berkasta rendah, belum sampai ilmu MAKRIFAH, sedangkan lagi terus meraba-raba memperbetul pelajaran HAKIKAH

cahaya cinta

Cahaya Cinta…. Di atas gunung ini… Sadarku akan keindahan syurga di dalam jiwa, Namun…masih malap keindahannya tanpa sinar cahaya yang entah kemana, Kehijauannya malap dilapisi bebayang mega kerinduan, Telah lama Nusantara jiwa ini sunyi dari deruan angin malai yang manja… Di atas gunung ini… Aku bermonolog tentang Hawa didalam jiwa, Kejadiannya…amat seni dilapisi sejuta rahasia, Jika fahan Adam akan ia,semuanya akan baik-baik saja, Jika kaget!,iakan bisa mengundang binasa dan bencana, Kabarannya sang angin…cahaya akan hadir dari ufuk medan jelmaan, Daun-daun semuanya bergetar sorak disambut riuhnya suara margasatwa, Semuanya gumbira diatas suatu berita sang cahaya, Embun-embun cinta mula menetes kepipiku…lantas tersenyum aku buntu bertanya, Apakah kabaran ini bisa mewarnai syurga jiwa….yang sedang rindu dibalik tembok derita sana?….

nukilan >pengembara jiwa<

al-kisah burung dan cintanya

CENDRAWASIH burung kayangan,tuanku putih kilau keemasan..pandanglah hamba si gagak hutan..sebelah mata pun hamba tak terkilan..Cenderawasih burung kayangan..tuanku putih kilau keemasan..adumu bercadarkan pintalan gemawan…
tidur hamba beralas reranting hutan…tak hamba terkelindan sayap dipatahkan…tak hamba terkilan telur hamba dipecahkan…hamba akur dengan suratan..hamba akur dengan kehendak Tuhan…
hamba akur berketurunan bermandi hinaan…Cenderawasih burung kayangan..tuanku putih kilau keemasan…kau pinta didodoikan rintikan hujan…ku mampu rintih senandung kedukaan ..Cenderawasih burung kayangan..tuanku putih kilau keemasan…Kau pinta didodoikan rintikan hujan..Ku mampu rintih senandung kedukaan…Aduhai cenderawasih pintamu keterlaluan….kau inginkan hamba kalungkan bulan..kau kepinginkan kerabu dari bintang berkerdipan…kau dambakan rantai untaian ‘BUIH’ lautan….

Sesaat di kota pudu…

hoi keparat pudu..

mane kau..

sana kau maki sini kau caci..

tak cukup yang india..melayu pun kau tibai..

hoi keparat pudu..

jage kau..

hulu aku kejar..hilir aku sergah..

tak cukup sen..ringgit kau kebas..

hoi keparat pudu..

tunggu kau..

sebulan kau janji..setahun aku kembali

nanti kau kene taji..takpun hikmat penendang tak henti-henti

penilikragamwargakota

saat termenung di hentian pudu..11Disember2006..

penakut yang agak takut-takut…..

saat aku ingin menari canggung,kadang-kadang yang sumbang lebih kelihatan….
saat aku ingin berzapin,kadang-kadang lenggok badan ini belum cukup lentokkannya…..
saat aku ingin melunak suara di lorong-lorong gelita,kadang-kadang bukan semua yang sudi mendengarinya….
usah dipuji pada yang hak kerna ia tetap pada batilnya……
usah dipuja pada yang hakikat kerna yang ada cuma bersifat hikayat….
jadi,mana datang sempurnanya??
pada akal yang masih belum cukup mentafsir kerangka minda manusia….
pada jiwa yang tersirat mangli saat berkecamuk dibuai rasa mencintai dan dicintai……..
atau pada ruh yang hilang di sepertiduran lalu tapi pasti dituntut saat nadi berhenti berbakti pada darah yang mengalir lesu menanti jawapan dari yang hakiki….
ada hati,tanya padanya dengan penuh peri…
ada rasa,tanya padanya dengan penuh perisa….
takut-takut yang penakut boleh menakuti..
yang tertakut masih takut untuk menjadi penakut…

khalifah M.K,
asyikdibuaimimpimimpikudus